Geger, 17 Oktober 2026 — Semangat kepramukaan menyelimuti Lapangan SDIT Insan Madani saat Pangkalan SDIT Insan Madani, Gugus Depan 02.119–02.120, Kwartir Ranting Geger, menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Satu Hari (PERSARI) Siaga pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Mengusung tema “Gen S: Generasi Siaga Mandiri, Berani, Kreatif,” kegiatan ini menjadi sarana pembinaan karakter, pengembangan keterampilan, serta penanaman nilai-nilai kemandirian dan keberanian bagi Pramuka Siaga.
Kegiatan PERSARI dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Ranting (Kakwaran) Geger, Kak Amini, S.Pd. Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) Pangkalan SDIT Insan Madani, Kak Dwi Sugiarti, S.Pd., yang turut memberikan dukungan terhadap pembinaan kepramukaan di lingkungan sekolah.
Diawali dengan Salat Duha, Tanamkan Nilai Spiritual
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Duha bersama. Kegiatan ini menjadi pembuka yang bermakna untuk menanamkan nilai religius, membiasakan ibadah, serta menguatkan karakter peserta didik sebelum mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan.
Melalui pembiasaan tersebut, Pramuka Siaga SDIT Insan Madani diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya terampil dan mandiri, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta kedekatan kepada Allah Swt.
Setelah salat Duha, kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan. Suasana khidmat dan penuh semangat tampak mewarnai jalannya upacara sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan PERSARI.
Mengasah Kreativitas melalui Hasta Karya
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah materi hasta karya membuat pigura foto dari stik es krim. Dalam kegiatan ini, para Pramuka Siaga diajak untuk mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya yang menarik dan bermanfaat.
Dengan bimbingan pembina, peserta belajar menyusun stik es krim menjadi pigura foto. Proses tersebut melatih ketelitian, kesabaran, imajinasi, serta kemampuan mengikuti instruksi. Selain itu, kegiatan hasta karya juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap hasil karya sendiri.
Kegiatan ini selaras dengan tema PERSARI, khususnya dalam membentuk generasi yang kreatif dan mampu menghasilkan sesuatu melalui keterampilan sederhana.
Belajar Pertolongan Pertama Bersama PMR SMKN Geger
Untuk membekali peserta dengan pengetahuan dasar tentang kesehatan dan keselamatan, PERSARI menghadirkan materi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dari Palang Merah Remaja (PMR) SMKN Geger.
Melalui materi ini, peserta mendapatkan pengenalan mengenai pentingnya pertolongan pertama serta sikap tanggap ketika menghadapi situasi darurat. Pembelajaran tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Pramuka Siaga agar memiliki kepedulian terhadap sesama dan memahami pentingnya membantu orang lain dengan cara yang tepat.
Kolaborasi ini juga menjadi bentuk pembelajaran langsung yang memperkaya pengalaman peserta di luar materi kepramukaan rutin.
Game Pramuka, Bangun Kekompakan dan Keberanian
Keseruan PERSARI semakin terasa saat peserta mengikuti berbagai game Pramuka. Kegiatan ini menjadi wadah untuk melatih ketangkasan, konsentrasi, keberanian, kerja sama, dan sportivitas.
Melalui permainan yang dikemas secara edukatif, peserta belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan dan semangat saling mendukung. Keceriaan yang hadir selama permainan menjadikan kegiatan PERSARI semakin berkesan bagi para Pramuka Siaga.
PERSARI sebagai Wahana Pembentukan Karakter
PERSARI Siaga SDIT Insan Madani bukan sekadar kegiatan sehari di luar rutinitas pembelajaran. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan karakter melalui pengalaman nyata, pembiasaan positif, dan pembelajaran yang menyenangkan.
Mulai dari salat Duha, upacara pembukaan, hasta karya, materi P3K, hingga game Pramuka, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mendukung terbentuknya generasi yang mandiri, berani, kreatif, peduli, dan berakhlak mulia.
Dengan terselenggaranya PERSARI ini, Pangkalan SDIT Insan Madani berharap semangat kepramukaan terus tumbuh dalam diri setiap peserta didik. Nilai-nilai yang dipelajari selama kegiatan diharapkan tidak berhenti di lapangan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.
Salam Pramuka!














.jpeg)





.jpg)


